Galeri Foto Terbaru
Galeri Foto Pilihan Editor

3rd BIP AWARDS 2017

Air Dalam Budaya

BIP awards 2017 memilih tema AIR DALAM BUDAYA. Adalah suatu kenyataan bahwa sebagian besar, sekitar 72% permukaan bumi terdiri dari air, setara dengan tubuh manusia yang sekitar 70% dari tubuhnya terdiri dari zat cair. Kendati demikian, sebagian besar dari air bumi adalah air asin di samudra yang mengelilingi daratan dan tak lebih dari 10 % air tawar yang langsung bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup di daratan. Karena itu bisa dipahami bila sejak jaman dulu pusat-pusat kegiatan kelompok masyarakat senantiasa berdekatan dengan sumber air tawar seperti misalnya danau, mata air dan sungai.

Indonesia, dan juga beberapa negara berhutan tropis, yang disebut memiliki kandungan air tawar yang cukup besar teridentifikasi sebagai negara agraris. Sejak jaman dulu, masyarakat Indonesia yang sebagian besar berpencaharian sebagai petani sangat memahami manfaat air bagi kehidupan. Alam lingkungan yang tumbuh di dua musim, kemarau dan hujan, adalah suatu proses yang mesti tetap dijaga. Musim kemarau sepanjang paruh waktu dalam setahun adalah pemahaman tentang persiapan menyambut musim penghujan untuk memasuki masa subur kegiatan agraris.

Peristiwa alam penguapan air laut menjadi mendung dan hujan di daratan, khususnya di dataran tinggi atau pegunungan, adalah suatu proses alam penyediaan air tawar untuk kelangsungan hidup. Hutan tropis menyimpannya sebagai air bawah tanah, sebagian tertampung di danau lalu melalui sumber mata air mengalir lewat sungai menyuburkan daerah-daerah yang dilaluinya. Di Bali, misalnya, prosesi alam ini tidak hanya dilakoni secara fisik melalui pengaturan tata air (Subak) namun juga secara ritual sebagai prosesi Segara-Gunung yang dikemas sebagai bagian aktifitas budaya. Demikian pula halnya dengan wilayah wilayah lain di Nusantara.

Di sisi lain, perkembangan penduduk yang semakin padat menyebabkan alih fungsi lahan hutan dan pertanian menjadi lahan budi daya dan kawasan hunian menyebabkan siklus alam ‘kemarau-hujan’ menjadi terganggu dan ketersediaan air tawar makin memprihatinkan. Upaya melestarikan air sebagai sumber kehidupan memang pantas dilakukan secara langsung oleh segala lapisan masyarakat namun tak kalah penting adalah melakukan pemahaman dan pembelajaran positif melalui penyampaian data secara visual perihal upaya pelestarian sumber air.

Bertolak dari fenomena pentingnya air dalam kehidupan, Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) terpanggil untuk turut berperan dalam menghadirkan catatan visual dengan kegiatan Lomba Foto bertema Air Dalam Budaya.

Daftar Lomba Sekarang
Phone: 082266333043
Email: bipawards@gmail.com
Jl. Kecubung No.81 Denpasar,
Bali, Indonesia